Get me outta here!

Tuesday, May 17, 2016

Beberapa Contoh Perulangan dalam C++

Perulangan atau dalam istilah lain loop. Mengulang suatu proses merupakan tidakan yang banyak dijumpai dalam bahasa pemrograman. Pada semua bahasa pemrograman, pengulangan proses ditangani dengan suatu mekanisme yang disebut dengan loop. Dengan menggunakan loop suatu proses yang berulang misalnya menampilkan tulisan yang sama seribu kali pada layar dapat diimplementasikan dengan kode program yang pendek. 

Contoh 1.

Mengurutkan bilangan 1 samapai 50
Coding nya seperti dibawah ini :


















Penjelasan dari programnya :
a. int a
Sebelumnya variabel dideklarasikan terlebih dahulu dengan menggunakan tipe integer.

b. for(a=1; a<=50; a++)
Disini dituliskan perulangan, a=1 artinya nilai untuk variabel a diberi nilai awal 1, dan a<=50 dan a tidak boleh lebih dari sama dengan 50. Jika kondisi tersebut benar (TRUE) maka akan dilakukan proses perulangan sampai kondisi tersebut bernilai salah atau false.

c. a++
incremen artinya jika kondisi itu benar, maka akan ditambah 1 setiap kali perulangan.

d. cout<<a; cout<<" ";
artinya untuk menampikan nilai a dan spasi setelah proses perulangan.

Perhatikan output program diatas :




Contoh 2.
Mencetak bintang dari banyak kesedikit menggunakan for bersarang

Perhatikan coding dibawah ini



















Penjelasan dari program diatas :
a. int a,b
Sebelumnya kita deklarasikan variabel tersebut dengan tipe integer.

b. for (a=1; a<=10; a++)
Nilai untuk variabel a diberi nilai awal 1, a<=10 dan jika nilai a kurang dari sama dengan 10 dan lebih dari 1 atau kondisi itu benar maka akan dilakukan proses perulangan. a++ artinya setiap perulangan nilai untuk variabel a akan ditambah 1.

c. for(b=1; b<=a;b++)
Ini merupakan for bersarang, jika kondisi for sebelumnya bernilai true maka akan dilakukan proses for selanjutnya. dan didalam for bersarang ini nilai b diberi nilai awal 1, dan b kurang dari a. b++ artinya setiap perulangan nilai b akan bertambah 1.

d. cout<<"*"<<" "; 
Jika semua perulangan tersebut benar maka akan ditampilkan bintang dan spasi

e. cout<<endl; 
artinya ganti baris 

Output dari program diatas adalah 



















Contoh 3.
Mencetak bintang dari banyak ke sedikit
Perhatikan coding diabawah ini :




















Penjelasan dari program diatas :

a. int a,b
Sebelumnya kita mendeklarasikan variabel a, dan b dengan tipe integer.

b. for(a=10; a>=1; a--)
Ini merupakan perulangan yang pertama, dengan nilai untuk variabel a diberi nilai awal 10. Dan jika kondisi itu benar artinya jika alebih besar sama dengan 1 dan kurang dari sama dengan 10 maka akan dilakukan perulangan.

c. for(b=1; b<=a; b++)
Ini merupakan perulangan bersarang. b=1 artinya nilai dalam variabel b diberi nilai awal 1. Dan jika kondisi itu benar artinya jika nilai b kurang dari a maka akan dilakukan perulangan.

d. cout<<"*"<<" ";
Jika kondisi perulangan itu benar maka akan ditampilkan tanda bintang dan spasi. Begitu seterusnya hingga kondisi tersebut bernilai salah. Jika kondisi perulangan tersebut bernilai salah maka proses perulangan tersebut akan berhenti.

e. cout<<endl;
artinya ganti baris setiap proses perulangan.

Output program diatas adalah



















Contoh 4.

Program untuk mencetak bilangan ganjil.
Perhatikan coding dibawah ini :

























Penjelasan dari coding program diatas adalah

a. float b; b=1;
Sebelumnya kita harus mendeklarasikan variabel b dengan tipe integer, dan b diberi nilai ketetapan 1.

b. do{cout<<b<<" "; b+=2;}
Dalam program kali ini menggukan perulangan do while. do artinya perintah tersebut di kerjakan terlebih dahulu. Perintah tersebut akan dikerjakan sekurang-kurangnya satu kali perulangan. cout<<b<<" "; artinya akan ditampilkan nilai untuk variabel b yaitu 1 dan akan diberi spasi setelah nilau b. Setelah itu b+=2 artinya nilai b yang telah disimpan tadi disetiap perulangan akan ditambah 2

c. while(b<=20)
Setelah itu dilakukan suatu pengecekan, dan b sebelumnya diberi nilai awal 1. Jika b lebih besar dari 1 dan b kurang dari sama dengan 20 maka akan terus dilakukan perulangan. Perulangan tersebut akan berhenti jika kondisi tersebut bernilai salah.

Ouput program diatas adalah







Contoh 5.
Mengurutkan dari hasil perkalian 2

























Penjelasan dari program diatas adalah

a. float b; b=2;
Sebelumnya kita terlebih dahulu mendeklarasikan variabel b dengan tipe float, dan variabel b diberi nilai tetap 2.

b. do{cout<<b<<endl; b+2=2;
Program ini juga menggunakan jenis perulangan do... while. Perintah do dikerjakan terlebih dahulu. cout<<b<<endl artinya akan menampilkan nilai variabel b setelah itu langsung ganti baris. Disetiap perulangan nilai untuk variabel b akan selalu ditambahkan 2.

c. while(b<=20);
Artinya disini dilakukan pengecekan terlebih dahulu. Jika b lebih dari 2 dan b kurang dari sama dengan 20 maka akan dilakukan perulangan. Perulangan tersebut akan berhenti jika kondisi perulangan tersebut bernilai false.

Output program diatas adalah




















Referensi

Buku Pemrograman visual c++, penulis Abdul Kadir, penerbit Andi Yogyakarta
Modul pembelajaran C++

Perulangan dalam C++

Perulangan Dalam C++
Perulangan data atau yang biasanya disebut dengan lloping adalah proses yang dilakukan secara berulang-ulang sampai batas yang ditentukan. Biasanya bila dalam perulangan tersebut tidak disertakan dengan batasnya maka syntax akan eror karena proses itu akan berulang terus hingga tak terhingga sementara variabel dalam komputer masih terbatas.

Jenis-jenis perulanga :

1. FOR

Perulangan for merupakan struktur kontrol perulangan yang menjalankan satu atau lebih perintah dengan jumlah perulangan yang sudah ditentukan pada proses inialisasi kondisi. Struktur penulisannya sebagai berikut :

for(inisialisasi;syarat;penambahan)
pernyataan;

Keterangan dari syntax tersebut :

    1.  Inialisasi   : pernyataan untuk menyatakan keadaan awal dari variabel kontrol.
    2. Syarat        : ekspresi relasi yang menyatakan kondisi untuk keluar.
    3. Penambahan : pengatur perubahan nilai variabel kontrol.
Agar lebih jelasnya perhatikan contoh programnya :











Penjelasan dari program diatas adalah

a. for(int i =1; i<=5;i++)
Perintah ini adalah perintah untuk memberi nilai awal dari sebuah perulangan yang dimulai dari i=1 yang sebelumnya variabel i dideklarasikan terlebih dahulu dengan tipe integer kemudian perulangan akan berhenti jika nilai 1=5 dan perulangan ini bersifat increment atau akan ditambha dengan angka 1 setiap kali proses sampai batas berhenti.

b. cout<<\nHello Word";
Perintah ini adalah statemen yang akan diulang selama 5 kali.

Hasil Output dari program diatas adalah















2. Perulangan WHILE

Statemen perulangan while berbeda dengan statemen perulangan for, karena perulangan ini digunakan jika jumlah perulangannya belum diketahui. Proses perulangan akan terus berlanjut selama kondisinya bernilai true dan akan berhenti apabila kondisinya salah.

Struktur penulisannya adalh sebagai berikut :












Keterangan dari syntaxnya sebagai berikut :
a. while(syarat)    : syarat disini adalah berisi batas perulangan.
b. instruksi           : perintah yang akan diulang selama syaratnya masih terpenuhi atau bernilai true. Perintah atau statement ini berada didalam tanda kurung kurawal{}.

Agar lebih jelasnya perhatikan contoh program dibawah ini dengan menggunakan perulangan while :














Penjelasan dari program diatas adalah:

a. int i=1;
float nilai, rata, jml=0;
Perintah diatas adalah pendeklarasian variabel dan pemberian nilai awal untuk variabel i=1 dan untuk variabel jumlah adalah 0

b. cout<<"Input banyak nilai = ";cin>>n;
Perintah diatas artinya user disuruh menginputkan angka kedalam variabel n yang nantinya angka tersebut akan dijadikan sebagai batas dari perulangan 

c. while(i<=n);
Artinya perulangan akan berhenti jika nilai dari variabel i sudah lebih besar dari sama dengan 1 dan sama dengan nilai yang ada divariabel n. Pada proses perulangan yang pertama atau i=1 sampai dengan perulangan yang terakhir. atau i=n maka statemen yang akan dikerjakan adalah menginputkan nilai ke variabel nilai dengan perintah cout<<"Input nilai:";>>nilai; dan akan menjumlahkan nilai dari masing-masing proses perulangan tersebut, setelah menjumlahkan nilai dari setiap perulangan maka akan dicari dari rata-rata nilai tersebut dengan cara nilai yang sudah dijumlahkan dan disimpan dalam variabel jml kemudian dibagi dengan variabel n sebagi batas berhenti dari perulanga tesebut.

d. i++
Perintah ini untuk proses increment dari perulangan pertama hingga perulangan terakhir yaitu sampai i = n 

e. cout<<"\nTotal nilai:";<<jml;
cout<<"\Rata nilai:";<<rata;
Kedua perintah ini untuk menampilkan perintah jumlah dan rata-ratayang tersimpan pada variabel jml dan rata.

3. Perulangan DO-WHILE

Pada dasarnya struktur perulangan do-while sama saja dengan struktur while, hanya saja pada proses perulangan dengan while, seleksi berada di while yang letaknya diatas. Sementara pada perulangan do .. while seleksi berada dibawah batas perulangan. Jadi dengan menggunakan struktur do ... while sekurang-kurangnya akan terjadi satu kali perulangan.

Syntax perulangan do .. while

do
{intruksi;
...}
while(syarat);

Keterangan:
a. do   : adalah awal dari perulangan statemen perulangan do while
b. instruksi : adalah statemen yang akan dikerjakan atau yang akan diulang, baik dari syarat perulangan , dimana perulanga tersebut akan dikerjakan jika syaratnya masih terpenuhi atau bernilai true.
c. While  : syarat atau batas perulangan.

Perbedaan while dengan do.. while

Agar lebih jelasnya perhatikan contoh program dibawah ini :

Penjelasan 
Nilai i tersebut diberi nilai awal 1, dan i tidak boleh lebih dari sama dengan 3. Perintah tersebut dikerjakan dahulu "DO" dengan i=1, i+=5 artinya nilai a=5. Jika perintah tersebut sudah dikerjakan maka akan dilakukan pengecekan.

Ouput dari program nya :



Referensi

Buku Pemrograman Terstruktur, penulis Tri Basuki Kurniawan, penerbit Ardana Media Sleman-Yogyakarta

Buku Dasar Pemrograman Terstrutur, Penulis Hanif Al Fatta, M.Kom, Penerbit Andi Yogyakarta

Buku Panduan Pemrograman Visual C++, penulis Abdul Kadir, penerbit Andi Yogyakarta










Sunday, May 15, 2016

Percabangan Dalam C++ ?

A. Percabangan dalam C++ 
Percabangan dalam C++ adalah suatu pemilihan statemen yang akan dieksekusi dimana pilihan tersebut didasarkan atas kondisi tertentu untuk mengarahkan perjalanan suatu proses. Artinya statemen yang terdapat pada suatu block percabangan akan dieksekusi jika kondisi yang didefinisikan terpenuhi (bernilai true) tetapi jika kondisi tersebut tidak terpenuhi (bernilai False) maka statemen tersebut tidak akan dieksekusi atau diabaikan oleh complier.

Dalam menuliskan kondisi atau syarat selalu digunakan operator relasional sebagai sarana untuk melakukan proses pengecekan :











Pada bahasa pemrograman C++ ada dua jenis struktur yang digunakan untuk mengimplementasikan percabagangan, yaitu if dan switch case

1. Struktur IF

1.1 Struktur satu kondisi IF

Struktur ini merupakan struktur yang paling sederhana karenahanya melibatkan satu buah ekspresi yang akan diperiksa. Jika kondisi salah, tidak akan mengerjakan apapun didalam instruktur if (langsung menuju ke instruksi berikutnya). Strukturnya yaitu :









Agar lebih jelasnya perhatikan contoh program dibawah ini :















Output programnya sebagai berikut :





Dari program diatas berarti jika kondisi nilai variabel yang diinputkan user itu lebih dari 60 maka akan dicetak pernyataan "Selamat Anda Lulus". Jika kondisi nya salah maka tidak akan dicetak, complier akan mengabaikan perintah tersebut, dan tidak akan mengerjakan keperintah selanjutnya karena hanya ada satu pernyataan yang sudah dikerjakan tadi.

1.2 Sruktur IF dua kondisi

Struktur percabangan jenis ini sedikit lebih kompleks dibanding dengan struktur yang hanya memiliki satu buah kondisi. Karena struktu ini memiliki dua statemen yaitu statemen yang akan dikerjakan jika kondisi bernilai benar atau terpenuhi dan statemen yang akan dikerjakan jika kondisitersebut bernilai salah. Adapun struktur if dua kondisi adalah 













Agar lebih jelasnya perhatikan contoh if dua kondisi berikut :















Output dari program diatas adalah







Penjelasannya : 
a. cout<<"Masukkan Nilai Anda:";
cin>>nilai;
Berati kita disuruh memasukan nilai divariabel nilai, yang sebelumnya variabel nilai telah dideklarasikan terlebih dahulu.

b. if (nilai>60)
{
cout<<"Selamat Anda Lulus!!";
}
else
{
cout<<"maaf anda tidak lulus";
}
Berarti didalam program tersebut telah dituliskan, jika variabel nilai yang Anda masukan tersebut lebih dari 60 maka akan mencetak "Selamat Anda Lulus", jika kondisi tersebut salah maka akan ke statemen berikutnya dan akan dicetak "maaf anda tidak lulus".

1.3 Struktur IF Tiga Kondisi atau lebih

Percabangan jenis ini merupakan perluasan dari struktur percabangan dengan satu dan dua kondisi. Karena dalam struktur ini memiliki lebih dari dua statemen yaitu statemen. Struktur percabangan tiga kondisi atau lebih ini sebagai berikut:


















Agar lebih jelasnya perhatikan contoh program dibawah ini :



















Ouput dari programnya sebagai berikut :






Penjelasannya :
a. cout<<"Masukkan Bilangan Anda:";
cin>>bil;
Berarti kita disuruh memasukan nilai di variabel bi, yang sebelumnya telah dideklarasikan terlebih dahulu divariabel yang bernama bil

b. if (bil>0)
{
cout<<"Bilangan Positif!!";
}
else if (bil<0)
{
cout<<"Bilangan Negatif!!";
}
else
{
cout<<"Bilangan Nol!!";
}
Berarti jika variabel bil lebih dari 0 maka akan dicetak "Bilangan Posotof!", jika kondisi itu salah maka akan kepercabangan bersarang selanjutnya yaitu jika kondisi nilai variabel bi kurang dari 0 maka akan dicetak "Bilangan negatif!", dan apabila kondisi kedua-duanya itu salah maka akan dicetak "Bilangan Nol!".

2. Switch Case

Perintah ini digunakan sebagai alternatif pengganti dari sintak if secara sederhana alternatif dimana pilihan lebih dari satu. Selain menggunakan struktur if, C++ juga mempunyai percabangan dengan menggunakan switch. Pada dasarnya percabangan dengan menggunakan struktur if dan switch sama hanya saja switch digunakan untuk pilihan berjumlah banyak dan perintah switch-case ini tidak bisa digunakan untuk pilihan yang melibatkan jangkauan nilai atau range tetapi hanya bisa digunakan utnuk pilihan berupa konstanta, misalnya untuk menu pilihan .

Karakteristik Switch-case  adalah :
  • Perintah switch akan menyeleksi suatu kondisi yang diberikan dan kemudian membandingkan hasilnya dengan konstanta-konstanta yang erada di case.
  • Pembangding akan dimulai dari konstanta 1 sampai konstanta terakhir, jika hasil kondi sama dengn nilai konstanta tertentu, misalnya konstanta 1, maka pernyataan 1 akan dijalankan sampai ditemukan break.
  • Pernyataan break akan membawa prose keluar dari perintah switch, jika hasil kondisi tidak akan sama dengan konstanta-konstanta yang diberikan maka pernyataan pada defaault akan dijalankan.
Bentuk umum struktur switch-case :















Contoh Programnya :



















Ouput Programnya sebagi berikut :











Referensi :

Buku Pemrograman Terstruktur, penulis Tri Basuki Kurniawan dan Misinem, penerbit Ardana Media Sleman-Yogyakarta

Buku Panduan Pemrograman Visual C++, penulis Abdul Kadir, penerbit Andi Yogyakarta 

Saturday, May 14, 2016

Aplikasi Percabangan untuk Menghitung Diskon

Contoh Program C++ untuk menghitung diskon pembelian, dimana pelanggan diminta untuk memasukan jumlah barang yang dibeli dan harga persatuannya. Untuk menghitung ini bisa menggunakan percabangan dua atau lebih kondisi. 
Apabila total belanja pelanggan <=5000 maka pelanggan tidak mendapat diskon, dan seterusnya. Amati Programnya dibawah ini :


Penjelasan dari program nya

a. ini merupakan header file dari program diatas dan pendeklarasian stdnya, jika tidak memakai std, sebelum cin dan cout maka diberi std.


b. main(){
merupakan fungsi utama dalam sebuah program diatas.

c. Ini merupakan pendeklarasian dari variabel. Disini ada variabel jml, hrg, dis, ttl, ttl_bay




d.  Jika Anda membeli dengan total bayar <=5000 maka tidak akan mendapatkan diskon, jika anda membeli dengan total bayar lebih besar dari 5000 dan kurang dari 101000 maka akan mendapatkan diskon 5%, jika anda membeli dengan total bayar lebih besar dari sama dengan 101000 dan kurang dari 151000 maka akan mendapatkan diskon 10%, dan jika selain kondisi itu maka akan mendapat diskon 15%







e. Dan selanjutnya akan dicetak harga setelah didiskon, dan ditampilkan. Kemudian total bayar=total belanjanya - total diskonnya. Kemudian variabel total bay akan dipanggil

Friday, May 13, 2016

Konstanta dan Operator

4.1 Konstanta

Konstanta adalah variabel dengan nilai tetap. Perbedaan dengan variabel, sebuah variabel nilainya dapat berubah-ubah, sedangkan konstanta nilainya tetap atau konstant. Jenis data dalam konstanta dapat dibagi dalam bilangan integer, bilangan pecahan, karakter, string, dan booelan.

Ada 2 cara untuk menggunakan konstanta :

1. Define 
Agar lebih jelasnya perhatikan contoh penggunaan define dibawah ini :



Dalam program untuk menghitung luas lingkaran tersebut, phi dedeklarasikan define dengan cara penulisan dengan memberi tanda"#" dan tidak menggunakan titik koma.

Hasil dari program diatas sebagai berikut :









2. Const

Selain dengan cara #define, didalam C++ kita dapat mendefinisikan sebuah konstanta dengan menggunakan kata kunci Const.
Bentuk umumnya:


Contoh pendeklarasiaan konstanta
Const double phi=3.14
Const int Nilai=100

Agar lebih jelasnya perhatikan contoh program dibawah ini :

Coba perhatikan hasil Outputnya
Berbeda dengan cara penulisan define, cara penulisan const ini dengan tidak menggunakan tanda # dan menggunakan tanda titik koma diakhir.

4.1 Operator

Setelah kita memahami konsep variabel dan monstanta, maka saatnya kita mempelajari operator-operator yang dapat digunakan untuk melakukan proses pada variabel dan konstanta tersebut.

Operator yang sering digunakan yaitu :
1. Operator Aritmatika

Berbagai operator yang digunakan untuk melakukan perhitungan aritmatika dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Semua operator dapat berlaku unutk bilangan bulat maupun bilangan titik-mengambang.

Perhatikan contoh program penggunaan operator aritmatika dibawah ini :

Hasil output program nya :
2. Operator Logika

Operator logika adalah operator yang digunakan untuk melakukan operasi dimana nilai yang dihasilkan dari operasi tersebut hanya berupa nilai benar dan salah. Adapun yang termasuk dalam operator logika seperti berikut

Tabel Operator logika :
Contoh Program :
Output dari program diatas :

3. Operator Relasional

Operator relasional adalah operator yang digunakan untuk menentukan relasi atau hubungan dari dua buah operand, Operator ini ditempatkan disalam sebuah ekspresi, yang kemudian akan menentukan benar atau tidaknya sebuah ekspresi. Yang termasuk dalam kategori operasi relasional sebagai berikut


Contoh program :
Output dari program diatas adalah 


Referensi :

Buku Pemrograman Terstruktur, penulis Tri Basuki Kurniawan dan Misinem, penerbit Ardana Media Sleman-Yogyakarta

Buku Panduan Pemrograman Visual C++, penulis Abdul Kadir, penerbit Andi Yogyakarta